

Di banyak kampung kecil, masih ada surau-surau sederhana yang menjadi tempat anak-anak belajar mengenal huruf demi huruf Al-Qur’an.
Suara lantunan ayat suci terdengar lirih, kadang disertai cahaya redup dari lampu minyak, namun penuh ketulusan dan harapan.
Guru-guru ngaji di sana terus berjuang dengan segala keterbatasan.
Tak ada gaji tetap, tak ada fasilitas memadai — hanya semangat untuk menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup di hati generasi muda.

Mereka mengajar bukan karena harta, tapi karena cinta kepada Allah dan Al-Qur’an.
Namun di balik ketulusan itu, masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi: mushaf yang sudah usang, papan tulis yang retak, surau yang perlu diperbaiki.
Kini, waktunya kita ikut menyalakan cahaya itu.
Dengan sedekah dan kepedulian kita, para guru ngaji di pelosok bisa terus mengajar, membimbing, dan menumbuhkan cinta Al-Qur’an di hati anak-anak bangsa.
🤍 Mari bantu perjuangan guru ngaji di kampung-kampung.
Karena mereka telah memberi cahaya tanpa pamrih —
dan kita bisa menjadi bagian dari cahaya itu.
✨ Bantu Guru Ngaji, Sebar Cahaya Ilahi.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik